Jumat, 13 November 2020

Puisi Dialog Cermin

 

 

 


Dialog Cermin

Karya: Laura Sabila

 

Tatapku penuh prasangka

Jiwa siapa ini yang datang

Menyambung senyum tetap tenang

Selaras bayangan menyelimuti duka.

 

Bisik hati bernada rapuh

Tak menciptakan melodi yang utuh

Matanya hambar mengeruh

Terasa jatuh tak tumbuh.

 

Sekeras apa kau berjuang kali ini?

Pandai sekali menutupi hancurnya diri

Ceritakan kisah sendu bersamaku

Akan aku bantu jelajahi sudut pilu.

 

Aku persilahkan kau berduka

Dengan bulir yang jatuh, kau tangguh.

Tangismu bukan kekalahan

Persembahkan dirimu dengan kukuh.

 

Menjumpai hati yang sembuh adalah harapku

Basuhlah dirimu hingga kau tumbuh

Akan aku jemput tawamu

Menjadi jiwa yang utuh.

 

 

 

 

 

 

Aku Bukan Kulitku

 

Aku Bukan Kulitku



Kalimat yang saya temukan dari seorang peri, Nadin Amizah.

Ini adalah tulisan gadis remaja perihal mereka yang menilaiku dari apa yang tergambar pada wajahku. Aku bukan seorang wanita yang memiliki kulit normal. Wajah yang sering kali menjadi sorotan banyak orang telah diusahakan dengan baik agar terlepas dari permasalahannya. Pada sebagian orang aku terlihat rendah, kulit yang memerah, sebagian yang aku dengar dari lidah ke lidah.

Dulu menatap cermin adalah musuhku. Saat berkaca banyak kekurangan yang terbaca. Meratapi apa yang terjadi bukan solusi untuk memperbaiki. Caraku agar tidak berkeluh sering aku katakan pada cermin "aku akan lebih baik" sembari menjahit senyum dan bersyukur, aku tetap tenang.

Sepintas mereka hanya tahu luar yang terlihat bahkan sudah berani menilai sebelum menelusuri kondisi terdalam dari si pemilik kulit bermasalah. Kulit yang bermasalah tidak mencerminkan hati yang sama bermasalahnya dengan kulit. Kulit yang akan aku pajang hingga tua nanti tidak bisa disamakan dengan hati. Kulit yang akan menua nantinya, apakah kebaikannya pun akan ikut menua? Tentu saja tidak, bagi seseorang yang memiliki karakter kebaikan bahkan dengan kondisi wajah yang tidak baik, ia tetap menjadi orang baik. Ini kenyataannya, seseorang dengan wajah berseri dan tidak memiliki masalah, apakah karakternya juga tidak bermasalah? Tidak Puan. Banyak diantara wanita di sudut bumi yang memiliki kulit baik-baik saja tapi hidupnya jauh dari kata baik.

 

Kamu tau bagaimana aku ketika berjuang? Aku melawan diri sendiri untuk sembuh, belajar untuk enggan membenci cermin, melupakan setiap rendahnya ucapmu, berada di sudut rasa merayakan perihnya diri mengapa aku harus menjalani proses panjang dan belum menemukan titik selesai, menyelimuti duka dengan menyulam senyum. Mungkin hal seperti itu terlihat mudah bagimu.

 

Kepadamu yang menilaiku dari kulitku, aku bukanlah kulitku, kulitku memiliki banyak noda tapi diriku bukan apa yang kamu lihat dari luar. Biarku jaga jiwaku dengan baik, agar yang diluar hanya menjadi sebuah bukti.

Puisi Dialog Cermin

      Dialog Cermin Karya: Laura Sabila   Tatapku penuh prasangka Jiwa siapa ini yang datang Menyambung senyum tetap tenang ...